Hello guys, di awal tahun 2026 ini semakin banyak pilihan mobil EV (electric vehicle) atau mobil listrik dengan harga yang semakin terjangkau dan daya jangkau yang semakin jauh. Ini artinya mobil EV semakin kompettitif sebanding antara harga dengan performa yang diberikan.
Di awal kemunculan mobil listrik yang diprakarsai oleh Tesla, di awal tentunya mobil listrik hanya untuk kalangan berduit, bukan untuk pengguna mobil baru dengan budget pas-pasan. Kemudian menyusul mobil listrik dari korea dan china yang memberikan opsi dengan harga yang lebih terjangkau dari Tesla.
Pada akhir 2025, publik semakin dikejutkan dengan harga mobil EV yang semakin terjangkau, dari mulai dikeluarkannya produk BYD Seagull yang masuk ke Indonesia dengan nama BYD Atto 1, cukup dengan budget di bawah 200 juta sudah dapat memiliki mobil listrik dengan kapasitas 30 Kwh dengan jangkauan 300 km. Dilanjut dengan kemunculan jaecoo J5 ev dengan harga di bawah 300 juta, mendapatkan mobil listrik dengan kapasitas 60 Kwh dengan jangkauan 450 km.
![]() |
| Jaecoo J5 EV |
Toyota pun tidak mau ketinggalan momen, di era penjualan mobil EV yang semakin meningkat, Toyota sepertinya masih fokus ke penjualan mobil Hybrid, yaitu perpaduan mobil ICE (Internal Combustion Engine) atau mobil bensin dengan baterai dan dinamo motor listrik.
Toyota meluncurkan mobil hybrid dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu Toyota Veloz hybrid dengan harga di bawah 300 juta saja. Ini merupakan opsi mobil hybrid yang paling terjangkau dibanding produk toyota lainnya seperti Toyota Yaris Cross, Toyota Corolla Cross, dan jajaran model toyota lainnya.
Sehingga publik menjadi semakin bimbang dengan pilihan antara mobil EV atau mobil ICE, atau ambil tengah-tengah saja yaitu mobil hybrid.
Berikut pertimbangan saya kenapa harus membeli mobil EV, mobil ICE, atau mobil hybrid di tahun 2026:
Mobil EV
- Biaya operasional mobil EV lebih rendah, biaya charge lebih murah
- Biaya maintenance rendah, tidak perlu ganti oli mesin
- Tidak ada polusi bau knalpot
- Tidak ada polusi suara mesin dan knalpot
- Perlu dipertimbangkan perbaikan atau penggantian baterai setelah masa garansi baterai habis, antara 5-7 tahun pemakaian dan dengan biaya yang cukup mahal
- jika membeli mobil EV China, perlu dipertimbangkan kesediaan spare part dan kelangsungan after sales brand
- jumlah SPKLU masih minim, dan kapasitas terbatas
- Bisa terjadi antrian di SPKLU dengan lama antrian berjam-jam tergantung jumlah mobil EV yang mau charging
- lama pengecasan sampai full lebih dari 30 menit hingga berjam-jam
- jangkauan mobil EV masih di bawah 500 km, semakin jauh jangkauan semakin mahal
- Biaya operasional bensin cukup menguras kantong
- Biaya maintenance mesin cukup menguras kantong
- terdapat polusi bau knalpot
- terdapat polusi suara mesin dan knalpot
- perlu pertimbangan biaya peremajaan mesin, tapi bergantung sejauhmana maintenance rutin, bisa tidak turun mesin dalam jangka waktu lebih dari 10 tahun.
- layanan after sales mobil jepang masih yang paling bagus, Toyota, Daihatsu tersedia di seluruh Indonesia dengan jangkauan luas
- SPBU tersebar luas di seluruh Indonesia
- antrian mengisi bensin lebih cepat
- isi bensin cepat, hanya lama di antrian di SPBU tertentu
- jangkauan mobil ICE bergantung kapasitas tangki dan konsumsi BBM
![]() |
| Mitsubishi Expander |
Mobil Hybrid
- Biaya operasional mobil Hybrid sama dengan mobil ICE
- Biaya maintenance mobil hybrid lebih mahal dari mobil ICE
- masih ada polusi bau knalpot
- masih ada polusi suara mesin dan knalpot
- perlu peremajaan mesin dan penggantian baterai serta dinamo motor hybrid
- layanan after sales mobil jepang masih yang terbaik
- masih sobat SPBU, jadi masih aman
- antri di spbu masih bisa ditolerir
- isi bensin cepat, tidak perlu charge, kecuali
mobil hybrid PHEV - jangkauan paling jauh, kombinasi mobil ICE dan mobil EV, bisa lebih dari 1000 km sekali isi bensin
![]() |
| Toyota Veloz Hybrid |
Kesimpulannya, sepertinya untuk saat ini, di saat jumlah SPKLU masih terbatas, dan jumlah port charging belum massive seperti di negara China, maka mobil ICE masih menjadi opsi yang tepat, kecuali jika ingin lebih irit bahan bakar dan jangkauan yang lebih jauh, maka mobil hybrid dapat dipertimbangkan.
*) bayangkan berapa lama mengantri di SPKLU pada high season jika jumlah mobil EV semakin banyak dan membuat mimpi buruk bagi pemilik mobil EV.




















.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)



































