BREAKING NEWS

Kamis, 16 Agustus 2018

Berbagi pengalaman, mengatasi nyendat/brebet pada Honda Vario 150 ESP

Setelah kurang lebih 3 (tiga) tahun memakai Honda Vario 150 ESP, baru kali ini mengalami trouble yang sangat mengganggu. Mesin mengalami brebet/nyendat yang sangat parah, kadang bisa dijalankan untuk beberapa meter, dan kadangkala setelah dinyalakan mesin langsung mati sendiri.

Hal ini sangat membahayakan apabila digunakan di jalan raya, sebab tanpa diperkirakan mesin dapat tiba-tiba mati di tengah jalan dan dapat mengganggu pengguna jalan yang lain.

Hal yang membuat agak susah untuk mendiagnosa penyebab kerusakan Vario 150 saya adalah tidak adanya pesan error pada lampu MIL/lampu peringatan injeksi di speedometer dan mesin dapat distarter lewat tombol starter. Ini artinya tdak terdapat error pada sensor-sensor sistem injeksi dan aki motor dalam keadaan normal. 

Karena rasa pensaran yang dalam, berbekal ilmu otomotif dari STM, ditambah ilmu mengatasi masalah motor dari internet, saya coba-coba untuk memperbaiki sendiri motor Vario 150 saya.

Langkah pertama saya adalah membersihkan throttle body, karena berdasar pengalaman kalau mesin brebet biasanya throtle bodynya agak kotor dan perlu dibersihkan.  Setelah saya buka, throttle body terlihat sangat kotor, hitam dan berkerak, lalu saya membersihkannya dengan menggunakan carbon cleaner yang biasa digunakan untuk membersihkan karburator.

Throttle Body

Setelah throttle body bersih, ternyata problemnya belum solved nih, mesin masih nyendat-nyendat, dan bukan itu inti penyebabnya. OMG.

Lanjut saya coba buka busi dan berdasarkan analisa visual, busi iridium NGK masih cukup bagus, agar tidak penasaran, saya coba ganti dengan busi standar Vario 150. Kemudian saya nyalakan mesin, mesin masih nyendat-nyendat, bisa distarter dan mesin menyala tetapi kalau digas mesin langsung mati. What a problem...

busi


Ok, langkah ketiga nih, kalau menurut ilmu mbah google, kemungkinan ini ada masalah di sistem bahan bakarnya. Berdasarkan ilmu otomotif yang saya miliki, sistem bahan bakar mesin injeksi dimulai dari pompa bensin yang mensuplai bensin ke throttle body/injector.

Berbekal ilmu bongkar pompa bensin dari Youtube, saya memberanikan diri untuk melepas pompa bensin Vario 150. Cara melepasnya cukup mudah, dimulai dengan melepas soket, selang bensin dan baut-baut penahan pompa bensin. Setelah itu pompa bensin saya bongkar, dan ternyata saringan bensinnya sangat kotor, terlihat hitam kelam. Untuk membersihkan saringan bensin yang menyatu di pompa bensin, saya peras menggunakan bensin ditambah semprotan carbon cleaner. Sementara bagian pompa bensin juga tak luput saya preteli untuk dibersihkan juga dengan carbon cleaner. Pada akhirnya sukes juga ritual bongkar pasang pompa bensin Vario 150.

Pompa bensin

Bagian-bagian dari pompa bensin
Selesai pompa bensin dibongkar dan dibersihkan, saya coba nyalakan mesin, ok ternyata mesin dapat menyala, sudah saya gas dalam-dalam (posisi standar dua), mesin dapat menyala normal. Setelah dites jalan, problem nyendat muncul kembali. Dipakai jalan kurang lebih 100 meter, mesin kembali nyendat parah, dan saya tidak dapat menyalakan motor sama sekali.

Karena ilmu otomotif saya sudah saya keluarkan semua, akhirnya saya membawa motor saya ke beres, alias bengkel resmi Honda. (opsi bendera putih)

Singkat cerita, setelah dipegang oleh mekanik beres, dan dicek businya, dia berkesimpulan bahwa penyebab nyendat pada motor saya karena kop busi dan juga busi yang sudah rusak. Setelah diganti dengan busi dan kop busi yang baru, mesin dapat berfungsi dengan normal. Untuk lebih memastikan, montir beres juga menggunakan alat komputer khusus untuk melihat error code pada mesin, dan mereset system injeksinya.
Scanner Honda

Kop busi

Saya pun diajak oleh mekanik tersebut untuk tes jalan berboncengan, benar sekali kini motor dapat berfungsi normal, tidak lagi nyendat dan akselerasi menjadi lebih halus, padat dan berisi seperti motor yang baru keluar dealer, thanks bro..

Mekanik beres berpesan, kalau mau melepas soket-soket pada mesin injeksi agar tidak sembarangan. Sebelum dan sesudah melepas soket, harus mereset system injeksi. Inilah ilmu yang belum saya pelajari, karena pada intinya saya belum berani untuk jumper-jumperan kabel, takut salah reset yang bisa menyebabkan rusaknya ecu, kan bisa berabe..

Selain itu mekanik yang cukup berpengalaman tersebut juga menyampaikan bahwa:
1. Pompa bensin honda dijamin tidak mudah rusak, dapat digunakan hingga 5 (lima) tahun
2. Sebelum memastikan pompa bensin bermasalah, cek dulu busi dan kabel busi
3. Setelah itu cek sensor-sensor pada sistem injeksi
4. Jangan lupa mereset system injeksi supaya tidak muncul error pada sistem injeksi dan yang terakhir
5. jangan coba-coba mengutak-atik sistem injeksi, kalau merasa belum ahli karena akan berakibat fatal buat mesin.

Akhirnya saya sangat berterima kasih kepada mekanik tersebut, karena dapat menyelesaikan persoalan pada Vario 150 saya. Hal yang saya kuatirkan kalau saya harus mengganti satu set pompa bensin  tidak terjadi, sebab harganya cukup mahal, di kisaran 500 ribuan. Motor pun kembali normal dengan cukup melakukan penggantian busi standar dan kepala/kop busi, sehingga tidak memerlukan biaya yang cukup besar. Alhamdulillah...

Hal ini juga cukup mematahkan pendapat saya, bahwa mekanik beres kurang berpengalaman, dan kerja sembrono. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya beruntung dilayani oleh mekanik yang ahli dan berpengalaman, karena masalah dapat diselesaikan secara cepat dan tidak trial dan error. Thanks AHASS.

Sekian pengalaman dari saya, semoga dapat menjadi pengalaman buat teman-teman.




Dewa purba mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
 
Copyright © 2014 Persada Blog

Powered by Mafsyah